OPTIMALKAN PERAN UKS SEBAGAI LITERASI KESEHATAN DI SEKOLAH

  • Admin
  • Kamis, 05/11/2020
  • Umum
  • 327 hits

Peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) masih belum optimal diimplementasikan di satuan pendidkan, khususnya Sekolah Dasar (SD). Untuk meningkatkan kualitas UKS di satuan pendidikan ada 3 aspek yang harus dilaksanaakn, yaitu perencenaan, pelaksanaan dan monitoring.

”Perencanaan tentunya harus dilakukan terkait beberapa agenda dalam literasi kesehatan di satuan pendidikan melalui UKS,” kata Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud dalam kegiatan webinar bertajuk Bedah Konsep UKS Masa Depan di Sekolah Dasar, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Sri Wahyuningsih menjelaskan, literasi kesehatan di satuan Pendidikan itu diantaranya adalah edukasi terkait gizi pada guru dan peserta didik, pengenalan jenis-jenis narkoba dan bagaimana pencegahannya, literasi terhadap sampah; bagaimana anak-anak dapat memilah dan memilih sampah serta bagaimana melakukan daur ulang sampah menjadi nilai ekonomi.

Kemudian pengenalan reproduksi sejak usia dini dan bagaimana reproduksi bisa dikenalkan sesuai dengan masa pertumbuhan anak-anak.

”Selain itu, melalui UKS kita harus mengenalkan terkait dengan sandang pangan dan bagaimana mengoptimalkan kebun sekolah. Hal-hal inilah yang harus dilakukan di tingkat pelaksanaan dalam pengelolaan UKS,” jelasnya.

Terakhir, harus melakukan monitoring karena sebuah perencanaan yang baik tanpa dilakukan monitoring tidak akan ada feedback dan tidak akan menjadi perbaikan untuk program kedepannya.

“Perencanaan, pelaksanaan serta monitoring harus secara berkala ditingkatkan dalam menjalankan UKS di satuan pendidikan Sekolah Dasar,” tegas Sri Wahyuningsih. Kegiatan ini juga dihadiri oleh drg. Zulkarnain HN (Anggota Tim UKS Ditjen PAUD Dikdas dan Dikmen Kemendikbud), Reza Hendrawan (Wash Specialist – UNICEF Indonesia) serta peserta dari satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Zulkarnain HN, anggota Tim UKS Ditjen PAUD Dikdas dan Dikmen Kemendikbud menjelaskan, satuan pendidikan perlu menerapkan literasi kesehatan seperti pembiasaan hidup bersih; cuci tangan pakai sabun, sikat gigi, menjaga kebersihan kuku, dan pendidikan gizi; sarapan bersama bergizi seimbang. Jika sudah ada pemahaman kesehatan ini maka organisasi UKS akan berjalan optimal.

“Dalam pendidikan kesehatan juga ada aktivitas fisik peregangan, senam bersama, pendidikan kesehatan reproduksi dan pendidikan keterampilan hidup sehat (PKHS), pembinaan kader kesehatan sekolah (Dokcil, PMR, Konselor Sebaya, dll) dan semua berkaitan erat dengan UKS,” papar Zulkarnain HN.

Reza Hendrawan (Wash Specialist – UNICEF Indonesia) mengatakan satuan Pendidikan perlu memahami dan menerapkan sanitasi sekolah dimana sanitasi ini merupakan langkah awal mewujudkan lingkungan belajar yang sehat.

“Pelaksanaan program sanitasi sekolah yang berkualitas mampu mencegah penyebaran penyakit. Cuci tangan pakai sabun dapat menurunkan risiko terkena penyakit diare sebesar 30% pada murid,” ujar Reza.

Ia juga mengatakan air, sanitasi dan perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) seperti cuci tangan pakai sabun dapat menurunkan angka ketidakhadiran secara signifikan hingga 21% sampai 54%. Mengkonsumsi air minum di sekolah juga dapat meningkatkan konsentrasi dalam menyerap pelajaran di sekolah.

“Kedua hal ini, cuci tangan pakai sabun dan penyediaan air minum di sekolah, secara tidak langsung dapat meningkatkan prestasi belajar di sekolah,” imbuhnya. (*)

: tanpa label

KOMENTAR